ZONATOGELS

Prediksi Togel Akurat & Terpercaya,Zona Prediksi Terakurat!!,Kumpulan Paito Terbaik 2019,Kumpulan Live Draw Pasaran Terbaik 2019,Tabel Shio 2019

Cerita Pak Ahok dari Penjara: Jadi ‘Batman’ Hingga Baca Alquran

zonatogels  — Penulis Ignatius Haryanto tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat. Bersama sembilan orang penulis lain, ia berkunjung ke tempat yang kini menjadi ‘rumah’ Ahok pada Selasa (24/10) lalu.

Ignatius menceritakan kunjungan singkatnya bertemu dengan Ahok yang kemudian diunggah oleh Nug Katjasungkana pada akun facebooknya. Ia tak menyangka apa yang ia tulis ramai diperbincangkan di media sosial.

Ignatius dan sembilan orang lain tersebut merupakan penulis buku #KamiAhok. Buku itu mereka tulis sebagai hadiah ulang tahun Ahok yang lahir pada 29 Juni 1966.

“Dalam grup WA penulis buku ada yang menawarkan untuk bertemu dengan Ahok. Saya mau ikut dan saya mau tahu bagaimana Ahok. Itu pertemuan pertama saya dengan Ahok secara langsung,” kata Ignatius saat dihubungi CNNIndonesia, Rabu (25/10) malam.

Ignatius merasa segan ketika masuk Mako Brimob. Ia berpikir harus melakukan segala sesuatu sesuai tata tertib dan aturan tuan rumah. Maklum, ia dan kawan-kawannya berkunjung ke salah satu markas kepolisian.

Sama seperti di rutan atau lapas lain, Ignatius dan sembilan penulis tak diperbolehkan membawa alat komunikasi apa pun ke dalam sel. Bahkan tas mereka juga dititipkan.

“Kami hanya boleh membawa buku yang mau ditandatangani Ahok. Jadi enggak bisa foto-foto di dalam,” kata Ignatius.

Petugas jaga kemudian mengingatkan untuk tidak melebihi jam kunjungan selama 30 menit karena ada pengunjung lain yang juga ingin bertemu Ahok. Ignatius melihat dari daftar pengunjung, ada satu kelompok yang berkunjung sebelum mereka tiba dan ada tiga kelompok yang berkunjung setelah mereka.

Ignatius cs akhirnya bertemu dengan Ahok di tempat selama ini ia tinggal menghabiskan masa hukuman. Suasana tegang saat memasuki area Mako Brimob perlahan cair ketika mereka bertemu dengan Ahok di ruangan yang berukuran 8 X 8 meter.

Mereka duduk melingkar pada kursi dengan meja bundar di tengah. Ruangan itu terbilang memadai untuk tempat bertamu di penjara. Selain tersedia air mineral, ruangan itu dilengkapi juga pendingin ruangan.

Jadi ‘Batman’ dan Hampir Khatam Alquran

Menurut Ignatius, Ahok mendominasi perbincangan. Ignatius bersama sembilan penulis lain hanya mendengarkan cerita pria asal Belitung Timur itu dan membalas dengan celetukan dan tertawa bila Ahok bercerita pengalaman lucu.

Ignatius mengklaim, Ahok sempat bercerita bahwa ia membaca Al-Quran terjemahan. Ahok bercerita kitab suci agama Islam itu didapat dari seorang ibu meski tidak menjelaskan secara detail.

“Tapi di sini gua juga hampir khatam baca Alquran lohhh. Gua kan SD sama SMP di sekolah Islam, jadi gua inget-inget dikit lah. Nah gua baca juga tuh Al-Maidah, bagus isinya,” kata Ahok seperti dikutip dari akun facebook Nug Katjasungkana.

Karena mengutip ayat 51 Surat Al Maidah September tahun lalu, Ahok dinilai menodai agama dan harus menjalani hukuman dua tahun penjara.

Ignatius dan sembilan pengunjung lain tertawa mendengar cerita Ahok. Mereka senang bisa melihat kondisi Ahok yang sehat dan seperti tak ada beban.

Ahok juga bercerita kegiatannya selama di penjara. Setiap hari ia bangun pukul 04:00 WIB untuk berolahraga. Ahok berseloroh tubuhnya kini kekar seperti karakter Bruce Wayne, pemeran Batman dalam film ‘The Dark Knight Returns’ yang berolahraga setiap hari di dalam penjara.

“Tahu nggak, gua ini udah kayak Batman Returns gitu. Tiap hari gua sit up dalam goa sampe seratusan kali. Makanya gua hari ini pakai kemeja, biasanya gua pake kaos saja, tapi gua pengen ngecek aja, ini kemeja masih muat apa enggak? Kan gua sekarang udah lebih berisi lah,” kata Ahok.

Ignatius juga melihat tubuh Ahok memang terlihat lebih berisi dari pada biasanya. Tak heran bila Ahok bercanda dan merasa dirinya seperti Batman.

“Mungkin tubuh Ahok lebih berisi karena dia latihan fisik dan aktivitas yang dilakukan tidak berat. Kalau tidak olahraga, Ahok biasanya membaca dan menulis,” kata Ignatius.

Buku dan Dialog Sun Tzu

Kegiatan Ahok dilanjutkan pukul 07:00 untuk membaca dan menulis renungan rohani serta terkadang renungan politik. Banyak orang yang bertanya kepada Ahok, apakah akan kembai ke dunia politik setelah keluar dari penjara.

Mantan Bupati Belitung timur itu mengaku sulit menjawab pertanyaan tersebut. Ia sering menjawab pertanyaan itu dengan cerita Sun Tzhu.

“Dalam dialog Sun Tzhu sama seorang bangsawan. Bangsawan tadi tanya, apakah saya perlu mengabdi pada pemerintah? Sun Tzhu hanya menjawab, hasrat itu harusnya datang dari hasrat untuk mengabdi bagi negara, pada pemerintah,” kata Ahok.

Ignatius merasa penjelasan yang disampaikan Ahok sangat bersayap atau bermakna banyak. Dengan jawaban itu Ahok tidak menjawab dengan pasti dan meminta orang yang bertanya menafsirkan sendiri. Ahok juga tidak membicarakan apa pun yang berkaitan dengan politik selain dialog Sun Tzhu.

Selain itu, Ahok bercerita telah rampung membaca 18 buku. Mulai dari buku pariwisata, petualangan sampai buku yang bercerita berdasarkan kisah nyata.

Ia sangat terhibur membaca buku Guntur Soekarno Putra berjudul Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku. Ahok merasa lucu karena bisa melihat sisi humanis Bung Karno yang dianggap lebih dari seorang ayah oleh Guntur.

Membaca buku tentang tempat-tempat yang harus dikunjungi membuat mantan gubernur DKI itu ingin membuat acara Ahok Show. Ahok Show merupakan salah satu acara yang disiarkan secara live lewat youtube saat kampanye. Setiap hari Jumat, Ahok tampil untuk menjawab berbagai pertanyaan.

Dalam beberapa kesempatan di dalam Ahok Show saat kampanye, mantan bupati Belitung Timur ini sering bercanda akan serius membuat Ahok Show.

“Lu semua sekarang denger omongan gua, gratis. Nanti kalau udah nontonnya di Ahok Show, satu orang kudu bayar Rp2 juta ya,” kata Ahok kepada 10 penulis.

Ahok melanjutkan, “Gua udah mikir nih, gua bisa nih muter keliling Amerika misalnya, keliling Australia, sama keliling Eropa. Di sana kan ada banyak temen-teman kita.”

Perbincangan yang sangat cair membuat waktu berjalan tak terasa. Beberapa kali penjaga di ruang tamu itu mengingatkan Ignatius dan sembilan penulis lain bahwa waktu sudah habis. Beruntung penjaga memberi kelonggaran waktu.

“Kami akhirnya bertemu dengan Ahok selama 45 menit. Ya kan rombongan ini banyak, ada 10 orang. Kemudian kami juga bawa buku untuk ditandatangani,” kata Ignatius.

Ignatius merasa senang bisa bertemu dengan Ahok di ‘rumahnya’. Tak semua orang bisa berkunjung ke penjara menjenguk Ahok di dalam markas kepolisian yang sangat ketat. Hanya orang yang disetujui oleh istri Ahok, Veronica Tan, yang diizinkan bertemu dengan Ahok.

Ia merasa pertemuan dengan Ahok sangat cukup dan tak perlu bertemu lagi di Mako Brimob. Ia senang Ahok memiliki aktivitas positif di dalam penjara dan Ahok merasa dirinya belajar pada budaya Jawa untuk sabar, pasrah, dan menjaga omongan.

 

Updated: October 26, 2017 — 5:16 am

3 Comments

Add a Comment
  1. massyaa allah ,… hidup ahokkk

  2. TOLONG DI ACCPT BAPAK FIANNN TCUKIMAY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Frontier Theme