inilah beberapa Cerita ‘Pahit’ di Balik Manisnya Cokelat

 

Zonatogels.com – saat berpergian dari berbagai dunia, cokelat menjadi salah satu bagian dari jenis – jenis olahan dunia,’ dan pasti selalu ada. Namun, parah alih sangat banyak membeli coklat dari berbagai dunia, sadarkah anda bahwa indonesia adalah salah satu penghasil bahan pangan cokelat berkualitas?

Tak dimungkiri, indonesia pun menjadi salah satu pusat cokelat nomor satu alias kakao terbaik di dunia. Tanah Indonesia memang memiliki potensi untuk menumbuhkan komoditas pendulang devisa.

Potensi ini terlihat jelas di tahun 2010. Kala itu, produksi kakao sangat berlimpah. Sindra Wijaya, Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) menuturkan kakao waktu itu banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah. Setelah muncul desakan dari AIKI, maka pemerintah mulai memberlakukan pajak ekspor.

Kebijakan pajak ekspor ini sangat efektif dalam menumbuh kembangkan industri kakao. Tahun 2010 kapasitas terpasang industri hanya 350ribu ton pada tahun 2015 sudah naik menjadi 800ribu ton dengan masuknya investor dari luar, kata Sindra pada CNNIndonesia.com melalui surat elektronik pada Kamis.

Akan tetapi, keberhasilan sektor hilir ini tidak sejauh sektor hulu pada waktu itu. Faktanya, investor ini tidak di barengin dengan peningkatan produksi biji kakao. Sejak 2010, produksi biji kakao semakin menurun.

Produksi Kakao Indonesia :

2010 : 559.000 ton
2011 : 459.000 ton
2012 : 460.000 ton
2013 : 482.000 ton
2014 : 400.000 ton
2015 : 377.000 ton
2016 : 340.000 ton
2017 : 260.000 ton

Sumber : Data Laporan Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI)

AIKI mencatat pada 2017 produksi kakao nasional hanya sebanyak 260 ribu ton, padahal kebutuhan dalam negeri mencapai 800 ribu ton.

Apa penyebab penurunan produksi kakao nasional?

Sindra menjelaskan ada lima faktor penyebab menurunnya produksi cokelat. Masalah pertama adalah usia pohon di kebun. Umumnya kebun kakao sudah berusia lanjut atau lebih dari 30 tahun. Pohon-pohon yang berusia tua produktivitasnya sangat rendah.

Kedua, serangan hama penggerek buah kakao atau PBK (Cocoa Pod Borrer) dan penyakit tanaman Vascular Streak Dieback (VSD). Hama dan penyakit ini jadi musuh utama petani kakao pasalnya keduanya bisa menyebabkan menurunnya kualitas kakao sampai gagal panen.

Ketiga, banyak terjadi alih fungsi lahan kakao menjadi kebuh sawit terutama di Sulawesi yang menjadi sentra produksi kakao kala itu. Keempat, dalam dua tahun terakhir fokus pemerintah hanya pada padi, jagung dan kedelai.

Leave a Reply