ZONATOGELS

Prediksi Togel Akurat & Terpercaya,Zona Prediksi Terakurat!!,Kumpulan Paito Terbaik 2018,Kumpulan Live Draw Pasaran Terbaik 2018,Tabel Shio 2018

Kuliner yang paling Legendaris Pisang Plenet, 66 Tahun berkibar di Semarang

Zonatogels.com – Pisang plenet menjadi cemilan enteng dan sehat selain lumpia bila Anda sedang berlibur ke Semarang, Jawa Tengah. Jajanan khas ini telah 66 tahun ikut meramaikan dunia kuliner kaki lima di kota atlas itu.

sebelum meluncur nya bahan baku aneka ragam dari berbahan pisang yang diciptakan, pisang plenet lebih dulu eksis. pembuat nya yang paling pertama kali adalah javar, yang kini diteruskan oleh anaknya, Toerdi, 82 tahun, dan cucunya Triyono, 54 tahun. Javar mempopulerkan pisang plenet pada 1952.

kami menjajal racikan penganan era Soekarno yang diklaim pertama di Indonesia itu pada Kamis, 19 Juli 2018, bersama tim Mal Ciputra. Di tepi Jalan Pemuda, tepatnya di kompleks rumah toko bekas Toko Hien, gerobak pisang plenet milik keluarga Toerdi nangkring.

Ini bukan satu-satunya lapak pisang plenet. Keluarga Toerdi juga membukanya di kompleks Pasar Semawis dan Jalan Gajah Mada.

Saat itu sudah menjelang sore pukul 15.00. Generasi ketiga pemegang tampuk usaha, Triyono, sedang asyik memasak dibantu anak perempuannya dan sang ayah, Toerdi.

Triyono bertugas memelenet pisang, sedangkan anaknya kebagian tugas membakar. Sementara itu, Toerdi membuka gerobak sendiri di sebelahnya. Gerobak Toerdi lebih klasik, terbuka, dan tanpa kaca etalase.

Seperti namanya, pisang plenet adalah pisang yang dipelenet alias dipipihkan. Alat pemipihnya menggunakan akrilik. Setelah dipipihkan, pisang-pisang itu dibakar. Lantas diberi beraneka ragam rasa, seperti selai nanas, cokelat, gula halus, dan mentega.

Konon, pisang tersebut tercipta akibat rasa bosan Javar terhadap penganan tradisional yang itu-itu saja, misalnya pisang goreng, tahu, tempe, singkong, dan umbi-umbian. Menurut Toerdi, lalu diciptakanlah pisang plenet dari hasil coba-coba. Pisang ini termasuk modern pada masanya. Namun dijajakan dengan cara klasik, yakni dijual berkeliling menggunakan pikulan.

Saat itu pembakarannya menggunakan tungku alias anglo tanah liat. Apinya berasal dari arang. Sekarang sudah lebih modern meski tetap menggunakan bahan bakar yang sama.

Pada awal beredarnya dulu, pisang plenet hanya memiliki rasa selai nanas, mentega, dan gula. Lantas rasa-rasa anyar muncul beberapa tahun setelahnya.

Pisang yang digunakan sejak tempo dulu hingga kini sama, yakni pisang kepok. Pisang kepok cocok dimasak dengan cara dibakar atau digoreng. Sebab teksturnya tidak lembek. Orang Jawa menyebutnya mengkel atau sedikit keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *